Curug Sanghyang Taraje, Pamulihan, Garut

Curug Sanghyang Taraje - Beberapa bulan setelah Saya mengunjungi Curug Cisarua. Tepatnya hari Kamis, 15 September 2016, Saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah curug yang waktu itu sedang hits-hitsnya dikancah per-instagraman Garut, yaitu Curug Sanghyang Taraje. Curug Sanghyang Taraje terletak di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Curug Sanghyang Taraje
Curug Sanghyang Taraje
Seperti biasa, waktu itu Kita berkumpul disalah satu rumah teman Saya yaitu Agung. Anehnya, pas Kita berkumpul, Kita semua belum menentukan tujuan perjalanan Kita kali ini. Waktu itu ada yang merekomendasikan ke Leuwi Tonjong di Cihurip dan ada juga yang merekomendasikan untuk pergi ke Curug Sanghyang Taraje di Pamulihan. Oke akhirnya Kita memutuskan untuk mengunjungi Curug Sanghyang Taraje di Pamulihan. Waktu itu Kita berangkat delapan orang (Saya, Agung, Solihin, Ridwan, Rifi, Khalida, Tommy, dan Alfian) dengan menggunakan sepeda motor.

Perjalanannya sendiri Saya agak lupa karena waktu itu Saya dibonceng oleh solihin. Namun satu hal yang Saya ingat adalah, Kita nyasar sampai ke Tanjakan Panganten yang sangat angker itu (jadi Kita tidak berbelok ke kanan menuju ke Kecamatan Pamulihan). Setelah Kita masuk ke Pamulihan, Kita ikuti terus jalan yang Kita lalui hingga akhirnya Kita sampai ditempat tujuan, oh iya, tekstur jalannya bermacam-macam, ada yang bagus, sedang, dan jelek. Tapi sesaat sebelum sampai di curug, Kita akan melewati sebuah tanjakan/ turunan yang curam dan lumayan panjang (pokoknya hati-hati, apalagi kalau licin habis hujan).

Setelah itu Kita sampai disebuah warung atau bahkan beberapa warung, dan disitu terdapat tempat parkir. Nah, berbeda dengan Curug Cisarua sebelumnya, yang dimana Kita harus berjalan kaki lumayan jauh setelah memarkirkan kendaraan Kita, untuk curug ini sendiri, setelah Kita memarkirkan kendaraan dan membayar tiket, Kita tinggal menuruni anak tangga dan boom! Sampailah Kita di Curug Sanghyang Taraje.

Curug ini sangat tinggi, mungkin hampir 100 meter. Selain tinggi, debit air di curug ini juga sangat besar sehingga meskipun Kita berada cukup jauh dari curug, Kita pasti akan terkena cipratan dari air curug tersebut. Untuk berenang disekitaran curug, kayaknya gak mungkin deh, entar nyawa Kita bisa melayang. Oh iya, di curug ini juga kamera pocket yang Saya bawa rusak karena terkena air berlebih. Setelah Kita puas berfoto ria, Kita putuskan untuk pergi ke batu besar yang berada di tengah sungai cukup jauh dari curug tersebut. Disana, view terhadap Curug Sanghyang Taraje tersebut sangat indah. Entah kenapa, hingga saat ini, keindah curug ini masih berbekas dihati Saya.

Sesaat sebelum Kita putuskan untuk pulang, ternyata hujan mulai turun. Mau tidak mau, Kita akhirnya berteduh di sebuah warung. Di warung tersebut kita jajan pop mie dan kopi supaya badan Kita tetap hangat (hahaha, kayaknya part ini gak perlu deh buat diceritain). Setelah hujan reda, akhirnya Kita pulang dan ditemani oleh kabut yang pekat selama perjalanan pulang melewati perkebunan teh di Kecamatan Pamulihan. Untuk Kalian yang ingin bermain ke Curug Sanghyang Taraje ini, datanglah dihari weekend dan harus dalam cuaca yang bagus, jangan pergi kesana saat mendung, nanti hujan dan ah....bete deh.

Piknik WTF Squad Episode 2
Curug Sanghyang Taraje, Pamulihan, Garut
Kamis, 15 September 2016
Skuad: Gustian, Agung, Solihin, Ridwan, Rifi, Khalida, Tommy, dan Alfian
Nilai: 10/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curug Sanghyang Taraje, Pamulihan, Garut"

Post a Comment