Curug Kancil, Cibatu, Garut

Curug KancilSetelah nyaris 10 curug telah Saya kunjungi, Saya jadi ketagihan dan menjadi sedikit nekat untuk pergi ke curug sendirian. Namun karena Saya juga berpikir, kalau Saya pergi sendirian, siapa yang akan memfoto Saya? Alhasil, akhirnya Saya mengajak salah dua dari salah seribu teman Saya yaitu Rizal dan Agus yang masih "amatiran" piknik ke curug.

Curug Kancil
Curug Kancil
Ngomong-ngomong, kenapa Saya tidak mengajak WTF Squad? Jawabannya, karena ribet, maksud Saya ribet disini adalah, jelas, bermain ke curug bersama Mereka itu sangat menyenangkan namun, untuk dapat berhasil membujuk dan mengajak Mereka untuk piknik ke curug itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar alias lama. Karena Saya sudah kebelet, tidak ada waktu lagi, "hayulah, tiluan oge jadi!". Begitu ceritana teh. Alkisah, berangkatlah Saya dan kedua teman Saya itu pada hari Sabtu, 13 Mei 2017 dengan menggunakan sepeda motor.

Curug Kancil sendiri terletak di Kampung Kancil, Desa Padasuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Untuk rutenya sendiri, dari Garut Kota kalian menuju ke Karangpawitan, lalu terus berjalan lurus hingga sampai ke Wanaraja dan beberapa kilometer kemudian, kalian belok ke kanan menuju ke Sawah Lega Cibatu. Setelah sampai di Cibatu, pokoknya Kalian ambil jalan yang mau ke Malangbong atau tanya saja kepada warga sekitar, jalan menuju ke Warung Bandrek.

Nah disitu Kalian terus ikuti jalan tersebut (jalannya kecil, hanya dua jalur tapi beraspal bagus). Pas Kalian sudah melihat rel kereta api, Kalian akan menemukan sebuah terowongan (pelan-pelan saja). Di terowongan tersebut terdapat plang yang bertuliskan Kampung Kancil. Kalau sudah disitu, Kalian tanya saja kepada warga sekitar jalan menuju ke Curug Kancil. Jalannya sendiri berupa tanah merah jelek dan terdapat beberapa tanjakan/ turunan yang lumayan terjal, jadi berhati-hatilahlah. Btw, waktu itu Kami memarkirkan motor Kami di halaman rumah warga. Setelah itu Saya dan teman-teman Saya meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah itu sampailah Kita di Curug Kancil.

Sebelum masuk, Kita harus membayar terlebih dahulu tiket masuk kepada kuncen curug tersebut (seorang kakek tua atau abah-abah). Di area curug itu juga terdapat sebuah warung yang dikelola oleh istri si abah tadi. Nah, untuk fisik curugnya sendiri memiliki ukuran yang tidak terlalu besar dan debit airnya kecil. Dibawahnya terdapat sebuah kolam yang kalau Saya tidak salah lihat, kolam itu adalah hasil dari bendungan warga (atau mungkin si abah tadi). Disana terdapat banyak tempat duduk dan menurut Saya pribadi, Saya kurang suka dengan curug ini karena Saya melihat banyak sampah yang berserakan di kolam curug tersebut.

Satu fakta yang harus Kalian ketahui tentang curug ini adalah, curug ini dipenuhi dengan banyak mitos. Kalau gak percaya, Kalian baca saja di Google tentang mitos-mitos yang ada di curug ini. Salah satunya adalah Kita dilarang memakai baju yang berwarna merah. Meskipun begitu, Saya tetap membiarkan teman Saya si Agus yang kebetulan memakai jaket dan baju berwarna merah untuk datang ke curug ini (Saya tutup mulut saja tentang mitos baju merah tadi). Alhasil, si Agus yang "katanya" juga bisa melihat makhkuk halus, jadi merasa diintimidasi oleh "hantu-hantu" yang ada disana. Menurut pengakuan si Agus, badan Dia jadi terasa berat dan seperti ada sesuatu yang mendudukinya (itu katanya loh).

Oh iya, disitu juga Saya sempat mengobrol dengan si ibu warung tadi sambil membeli dan menikmati secangkir kopi. Kata si ibu tersebut, dulu pernah ada acara televisi yang pernah melakukan peliputan di curug ini. Lalu si ibu juga bilang kalau Pemerintah Daerah Garut pernah menawarkan untuk membeli kawasan Curug Kancil ini meskipun ditolak oleh si abah kuncen dan warga sekitar curug.

Dulu juga pernah ada orang dari jauh (orang seberang) yang "sakit" lalu diobati oleh si abah kuncen tadi sambil dimandikan di air curug tersebut. Sebenarnya Saya ingin mengobrol lebih jauh lagi sama si ibu tadi, akan tetapi teman Saya si Agus, sudah benar-benar tidak kuat dan ingin segera pergi dari Curug Kancil ini. Alkisah, akhirnya Kita pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan sempat Sholat Duhur terlebih dahulu di mesjid dekat tempat parkir kendaraan Kita. Setelah sholat, Kita pun bergegas pulang dengan perasaan yang senang (Saya sih senang, tapi gak tau kalau si Agus mah, hahahaha).

Piknik WTF Squad Episode 10
Curug Kancil, Cibatu, Garut
Sabtu, 13 Mei 2017
Skuad: Gustian, Rizal, dan Agus
Nilai: 7/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Curug Kancil, Cibatu, Garut"

  1. Ayo dengan modal kecil bisa menang banyak lo gays?
    Dengan modal Rp20.000,
    Anda bisa menang "Puluhan Juta" !!!
    Hanya di Sinidomino. xyz
    Untuk info lebih lanjut, Hubungi :
    -Pin BBM : D61E3506 (24 jam Online )
    judi poker

    ReplyDelete