Curug Cihanyawar, Cilawu, Garut

Curug CihanyawarSetelah Hari Raya Idul Fitri 1438 H/ 2017 M, Saya putuskan untuk kembali piknik ke curug, karena sepanjang bulan Ramadhan Saya gak piknik ke curug (kan cape, masa lagi puasa pikniknya ke curug? Ya bisa batal lah!). Nah, karena pada waktu itu masih dalam suasana lebaran, jadi banyak diantara teman-teman Saya di WTF Squad yang tidak memiliki waktu untuk piknik ke curug, jadi ya Saya putuskan untuk mengajak sepupu Saya untuk pergi piknik ke curug.

Curug Cihanyawar
Curug Cihanyawar
Waktu itu Saya bingung mau pergi kemana, soalnya waktu itu sudah pukul 12.00 WIB. Jadi mau tidak mau, Saya hanya bisa pergi ke curug yang dekat-dekat saja. Alhasil, Saya memilih untuk pergi ke Curug Cihanyawar lagi, setelah sebelumnya pada tahun 2016 Saya pernah pergi kesana. Oke waktu itu Saya pergi bersama Lutfi, Fiki, dan Gelan dengan menggunakan dua sepeda motor.

Disana Kami berkendara menuju ke arah Tasikmalaya atau tepatnya Cilawu. Nah, setelah Kami sampai di Bojong Loa (pas ada SD), Kami belok ke kanan dan terus berjalan lurus hingga menemukan sebuah gang atau jalan sempit yang terdapat tulisan atau plang arah ke Curug Cihanyawar. Disitu Saya bersama sepupu Saya sempat kesasar karena Kami salah berbelok, namun karena Kami makhluk sosial, ya Kami bertanya kepada warga sekitar. Setelah Kami melewati perkampungan dan persawahan warga, Kami tiba di sebuah warung.

Nah, kalau pada piknik yang sebelumnya, Saya dan WTF Squad itu memarkirkan motor disana, tapi sekarang mah beda, soalnya Saya dan sepupu Saya nekat untuk terus membawa motor tersebut ke jalan yang lebih kecil lagi (untuk artikel tentang Curug Cihanyawar yang sebelumnya, dapat Kalian baca disini). Awalnya sih tidak terjadi apa-apa, tapi pas Kita menuju kesebuah tanjakan kecil yang lumayan curam, sepupu Saya terjatuh dan motor punya Saya pun codet-codet (sialan!). Waktu itu Saya sih agak kesel, coba kalau Kita tidak memaksa untuk membawa motor Kita kesana, mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi bubur.

Untuk keadaan curugnya sendiri masih sama seperti dulu, tapi kalau yang sekarang mah, sudah agak bersih. Banyak pohon-pohon dan semak belukar menyeramkan yang sudah "ditertibkan". Selain itu, nampaknya di area sekitar curug ini juga akan dibangun semacam rumah-rumah pohon gitu deh. Nah, pas disana, sepupu Saya yang memang masih seorang "amatir" dalam soal percurugan, langsung "motah". Belum apa-apa Mereka sudah buka baju dan langsung terjun ke dalam air. Tapi da enggak lama, karena Mereka langsung kedinginan karena air curugnya sangat dingin. Setelah Mereka berganti baju, Kita pun langsung berfoto ria dan sebelum pulang, Kita mampir dulu disebuah warung.

Di warung tadi, Saya mengobrol sama si ibu nya dan si ibu ini mengaku bahwa Dia sudah berjualan di area curug ini sejak 20 tahun yang lalu. Entahlah, apakah si ibu ini hanya membual atau apalah-apalah, tapi yang penting, Saya senang. Setelah itu Kita pulang melewati jalan yang berbeda dengan jalan yang sebelumnya. Kita pulang melalui jalan yang melewati hutan pinus dan tekstur jalannya sangat jelek.

Piknik WTF Squad Episode 12
Curug Cihanyawar, Cilawu, Garut
Sabtu, 8 Juli 2017
Skuad: Gustian, Lutfi, Fiki, dan Gelan
Nilai: 7/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curug Cihanyawar, Cilawu, Garut"

Post a Comment