Curug Cikulawing, Sucinaraja, Garut

Curug CikulawingSatu hari berselang setelah Saya mengunjungi Curug Cibuni Racun yang sukses "menimbulkan banyak spekulasi itu", Saya mengajak lagi si Rizal untuk pergi ke Curug Cikulawing di Kecamatan Sucinaraja. Saya sendiri tahu curug ini dari Instagramnya MTMA Garut. Setelah Saya sudah cukul mengumpulkan informasi tentang curug ini, ya sudahlah Saya berangkat. Waktu itu Saya berangkat pada hari Minggu, 16 Juli 2017. Oh iya, untuk letak curugnya sendiri, Curug Cikulawing ini terletak di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Curug Cikulawing
Curug Cikulawing
Untuk rutenya, dari arah Garut Kota kalian lanjutkan perjalanan menuju ke Karangpawitan, lalu jangan lupa nanti Kalian belok ke arah kiri, masuk ke gapura biru yang bertuliskan Kecamatan Sucinaraja. Setelah itu Kalian ikuti jalan tersebut (menanjak) dan setelah Kalian menemukan dua jalur, pilih jalur yang kekanan. Lalu sisanya, Saya lupa, pokoknya Kalian tanya saja kepada warga disekitar sana, jalan menuju ke Kampung Sagara (ingat loh, seingat Saya banyak warga disana yang bahkan tidak tahu ada sebuah kampung yang bernama Kampung Sagara).

Setelah Kalian melewati jalan yang "tipikal curug", seperti jalan rusak, berlubang, licin, menanjak, menurun dsb. Kalian akan segera sampai di Kampung Sagara. Lalu setelah itu, Kalian tanya ke warga sekitar, jalan menuju ke Curug Cikulawing (kalau gak salah belok ke kanan, masuk ke gang lalu ke persawahan). Nah, saran dari Saya, mending Kalian parkirkan saja motor Kalian sebelum masuk ke gang tadi (soalnya takut jatuh, nya itu mah ceuk Saya, keputusan mah ada di Kalian). Waktu itu Saya sendiri terus membawa motor Saya melewati galengan sawah (seperti ke Curug Ciharus, Leles).

Setelah naik turun sawah, Kalian akan menemukan sebuah balong. Nah disitu adalah tempat parkir (sambil bertanya terus sama warga sekitar). Habis itu, Kalian lanjutkan perjalanan Kalian dengan berjalan kaki menuruni bukit. Tidak lama kemudian, tadaaaa! Kalian akan sampai di Curug Cikulawing yang mempesona. Curugnya sendiri memiliki tinggi yang sedang, airnya pun kecil, lurus, tapi deras (mirip dengan Curug Ciharus versi pendek). Dasar curugnya pun sama dengan Curug Ciharus. Pas Saya sampai disana, Saya langsung cekrek-cekrek sebanyak mungkin. Lalu setelah itu Saya langsung bikin video dsb. Setelah puas, ya Saya istirahat dulu. Pas istirahat juga Saya sedikit was-was dan berhati-hati, karena menurut info yang Saya dapatkan dari Instagram, di curug ini terdapat banyak ular.

Oh iya, kembali lagi ke beberapa saat sebelum Saya menemukan curug ini. Awalnya saat Saya sedang berada di sawah, nama tempatnya Saya lupa lagi, pokoknya ada kata pasirnya. Nah disitu Saya benar-benar bingung harus kemana lagi. Anehnya, disana juga tidak ada orang sama sekali, bahkan yang lewat sekalipun tidak ada. Mungkin ada lah setengah jam Saya dan si Rizal berdiam diri ditempat itu (btw, si Rizal sendiri susah kalau disuruh ngomong sama orang lain), ya udah Saya putuskan untuk turun kebawah untuk mencari orang.

Alkisah, bertemulah Saya dengan seorang ibu-ibu yang sedang melak di kebon. Saya pun bertanya sama Dia dan Dia pun menunjuk seorang remaja untuk mengantarkan Saya pergi ke curug. Nah, pas Saya lagi diantar sama si pemuda berbaju kuning itu, Dia melontarkan sebuah pertanyaan, "naha mung duaan a, ameng ka curug teh? Kan biasana mah ameng ka curug teh sok seueuran, biar asyik", lalu Saya jawab "hese a, barudak Abi na keur rarudet dicandak ka curug teh". Alkisah, Kita pun ngobrol kesana kemari hingga tak terasa Kita sudah sampai ke tempat parkir bernama balong (belum sampai curug). Habis itu, si pemuda baju kuning itu langsung pergi dan Saya lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Piknik WTF Squad Episode 16
Curug Cikulawing, Sucinaraja, Garut
Minggu, 16 Juli 2017
Skuad: Gustian dan Rizal
Nilai: 8/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curug Cikulawing, Sucinaraja, Garut"

Post a Comment