Curug Utang, Pamulihan, Garut

Curug Utang - Kurang lebih 2 minggu setelah Saya mengunjungi Curug Ciarjuna, Saya putuskan untuk tidak lagi piknik ke curug bersama anak buah Saya (soalnya riskan kalau main ke curug cuma berdua sama Dia). Maka dari itu Saya langsung mengganti Dia dengan salah satu teman Saya yang masih berasal dari WTF Squad yaitu Ridwan. Setelah Saya sudah deal dengan Ridwan, Saya berencana mengunjungi Curug Utang dan pada akhirnya, pada hari Minggu, 12 November 2017, Saya pergi ke Curug UtangCurug Utang itu terletak di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Curug Utang
Curug Utang
Waktu itu Kami berangkat dari Garut pukul 08.00 WIB. Kebetulan waktu itu Kita berangkat melalui jalur Samarang karena teman Saya sedang menginap di rumah saudaranya. Alkisah, Kita terus memacu kendaraan Kita dari Samarang menuju ke Pasir Wangi, lalu sampai di pertigaan Bayongbong, lalu Cisurupan, hingga Kecamatan Cikajang. Di pertigaan Cikajang, Kita belok kiri menuju ke Kecamatan Pamulihan. Saat Kita sudah ada di Kecamatan Pamulihan, setelah memasuki gerbang Desa Pakenjeng, Kita masuk lagi ke sebuah gerbang atau gapura. Disana Kita terus saja ikuti jalan tersebut. Oh iya, jalan yang Kita lewati itu terdapat beberapa tanjakan atau turunan yang sangat terjal dan licin, jadi bagi Kalian yang ingin bermain kesana, harus hati-hati ya!.

Disepanjang jalan, beberapa kali Kita bertanya kepada warga sekitar tentang dimanakah letak Curug Utang berada, namun pada akhirnya Kita malah sampai ke Curug Sanghyang Taraje. Nah, disana teman Saya menyempatkan diri untuk bertanya kepada salah satu pemilik warung yang ada di tempat parkir Curug Sanghyang Taraje dan ternyata, jalan masuk menuju Curug Utang itu terletak di salah satu tanjakan atau turunan terjal yang Kita lalui tadi (yang pertama), alhasil Kita kembali lagi ke tanjakan tersebut. Alkisah, akhirnya Kita pun sampai di area akses masuk menuju ke Curug Utang.

Setelah itu Kita berjalan melalui jalan setapak yang tampaknya masih sangat baru selama kurang lebih 10 menit. Setelah itu, sampailah Kita di Curug UtangUntuk fisiknya sendiri, Curug Utang itu memiliki tinggi kurang lebih 30 meter dengan debit air yang cukup deras. Area disekitar curug tersebut dikelilingi oleh banyak pohon yang rimbun. Jujur, Saya sendiri lumayan merinding saat berada di sekitar Curug Utang tersebut. Oh iya, katanya, Curug Utang ini akan segera dibuka (pake tiket) namun menurut Saya, bagaimana pun Curug Utang ini tidak akan bisa mengalahkan kepopuleran Curug Sanghyang Taraje yang letaknya tidak jauh dari sana. Disekitar Curug Utang ini juga terdapat sebuah jembatan dan terdapat pula sebuah curug atau air terjun yang lainnya.

Setelah Kita mengabadikan curug ini melalui foto dan video dari berbagai sudut, Kita putuskan untuk segera meninggalkan curug tersebut dan segera pergi menuju ke Curug Sanghyang Taraje. Nah, setelah Kita sampai di Curug Sanghyang Taraje, Kita berdua mengobrol terlebih dahulu dengan si ibu warung penjaga tiket Sanghyang Taraje tentang sejarah dari Curug Utang. Kata si ibu tadi, konon katanya, nama Curug Utang itu diambil dari nama seorang jagoan zaman dulu yang bernama Mang Utang. Alkisah, pada zaman gerombolan, si Mang Utang ini dibunuh (digorok) di sekitar area Curug Utang dan mayatnya ditenggelamkan di dalam curug. Maka dari itu, curug tersebut dinamai dengan nama Curug Utang. Nah, setelah mendengar cerita tersebut, teman Saya si Ridwan langsung baper. Hahahaha.

Piknik WTF Squad Episode 22
Curug Utang, Pamulihan, Garut
Minggu, 12 November 2017
Skuad: Gustian dan Ridwan
Nilai: 8/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curug Utang, Pamulihan, Garut"

Post a Comment