Curug Abeh, Cilawu, Garut

Curug Abeh - Satu minggu berselang setelah Saya piknik ke Curug Cihayawar, Curug Aden, dan Curug Cisarua, Saya dan beberapa teman Saya berencana untuk pergi ke sebuah curug yang bernama Curug Abeh. Curug Abeh ini terletak di Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Banyak juga yang bilang bahwa Curug Abeh ini terletak di Desa Dayeuh Manggung, jadi curug ini juga bisa dibilang curug di Dayeuh Manggung. Alkisah, hari Sabtu, 2 Desember 2017, Saya dan WTF Squad yang terdiri dari Gustian, Ridwan, Solihin, Rizki, Khalida, Ari dan Adik Ari, berangkat dari rumah pukul 09.00 WIB menuju Dayeuh Manggung menggunakan 3 buah sepedah motor.

Curug Abeh
Curug Abeh
Untuk rutenya sendiri, dari arah Kecamatan Garut Kota, Kalian pergi ke arah Kabupaten Tasikmalaya. Setelah sampai di Kecamatan Cilawu, tepatnya di Desa Dayeuh Manggung, Kalian belok ke arah kanan. Btw, di Dayeuh Manggung ini terdapat beberapa tempat wisata, yang salah satunya adalah Kampung Amsterdam. Selain itu, tempat ini juga sering dijadikan tempat kemping oleh anak-anak sekolah, baik itu anak SMP maupun SMA, maka jangan heran jika di sana sangat ramai, apalagi jika Kalian datang kesana di akhir pekan. Namun ternyata untuk wisata Curug Abeh ini, baru dibuka selama kurang enam bulan, jadi belum banyak orang yang tahu bahwa di daerah Dayeuh Manggung ini ada sebuah curug.

Btw, kembali ke cerita, saat Kalian masuk ke Dayeuh Manggung, Kalian terus saja pacu kendaraan Kalian melewati perkebunan teh dengan kondisi jalan berbatu. Setelah sampai di Kampung Amsterdam, Kalian terus saja pacu kendaraan Kalian melewati jalan tersebut. Tenang saja, disana kalian tidak akan tersesat karena banyak sekali plang yang bertuliskan arah jalan menuju ke Curug Abeh ini. Setelah kurang lebih setengah jam, akhirnya Kalian akan sampai di tempat parkir Curug Abeh. Setelah parkir, Kalian diharuskan untuk membayar tiket masuk seharga Rp. 3000,-. Oh iya, Saya lupa, waktu pertama kali Kalian memasuki daerah Dayeuh Manggung, Kalian juga diharuskan untuk membayar tiket masuk seharga Rp. 5000,-.

Oke, kembali ke cerita utama, setelah Saya dan WTF Squad selesai membayar tiket masuk ke Curug Abeh ini, Kita lanjutkan perjalanan Kita dengan berjalan kaki selama kurang lebih setengah jam. Oh iya, jalan yang Kita lalui itu sebenarnya adalah hutan belantara (banyak juga pohon pinus), namun karena akses jalannya sudah dibersihkan, jadi meskipun jalan tersebut adalah hutan belantara, tapi kesannya tidak terlalu mengerikan. Btw, setelah Kita berjalan menyusuri hutan, akhirnya Kita pun sampai di Curug Abeh. Dari fisiknya sendiri, Curug Abeh ini memiliki tinggi 10 meter dan memiliki debit air yang kecil. Kolam dibawah curugnya pun tidak terlalu dalam sehingga cocok sekali untuk dipakai berenang.

Tapi meskipun begitu, Kalian harus tetap hati-hati terhadap ancaman longsor dsb. Ingat, safety first! Oh iya, kalau Kalian main kesini, jangan lupa juga untuk membeli air minum terlebih dahulu di Kampung Amsterdam, karena waktu Saya dan WTF Squad main kesini, tidak ada satupun dari Kami yang membawa air minum (kelupaan), hahaha kocak, Kita semua malah bawa makanan, tapi minumannya gak ada. Btw, karena cuaca pada waktu itu sangat cerah, Kita semua tidak langsung pulang ke rumah melainkan diam dulu disana untuk menikmati sejenak keindahan alam Curug Abeh ini. Alkisah, tidak terasa satu jam telah berlalu, Kita pun memutuskan untuk segera caw pulang kerumah.

Piknik WTF Squad Episode 28
Curug Abeh, Cilawu, Garut
Sabtu, 2 Desember 2017
Skuad: Gustian, Ridwan, Solihin, Ari, Khalida, dan Sigit
Nilai: 8/10
Follow Instagram WTF Squad: @curugdigarut

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curug Abeh, Cilawu, Garut"

Post a Comment